Oleh : Nita Juniati
Pagi hari yang sudah dihiasi dengan rintik-rintik hujan, membuat ku semakin tertidur nyenyak. Sepertinya diatas mataku terdapat tumpukan batu-batu besar, berat dan sulit sekali untuk dibuka. Kembali ku tarik selimut, dan mencari posisi tidur yang tepat. Hujan pagi ini seakan membawa ku menari-nari dalam dunia kemalasan, seperti tidak ada tugas yang menanti ku hari ini.
“Regi!” teriakan ibu yang selalu menjadi pembuka setiap pagi dalam keseharian ku. “Regita ayo cepat bangun, anak gadis jam sembilan pagi belum bangun! Mau jadi apa kamu? Ayo cepat bangun!” teriakan ibu yang semakin keras ditelinga, sambil menarik selimut ku.
Terbangunlah aku dari dunia kemalasan, dan aku bergegas kekamar mandi. Akhirnya semua nyawa sudah terkumpul, aku membuat segelas teh manis dan membawanya ke kursi depan rumah. Duduk manis memandangi tanaman di halaman depan rumah yang basah karena hujan, “selamat pagi” sapa ku tak tertuju. Kini waktu nya bermain bersama pulpen dan buku catatan kecil, membuat perencanaan untuk tugas liputan siang nanti.