Sabtu, 30 Maret 2013

KUHP atau UU Pers No.40 1999





Nita Juniati        1211405102


ILMU KOMUNIKASI JURNALISTIK
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG




Kata pengantar

Puji dan Syukur Penulis Panjatkan ke Hadirat Allah SWT karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun makalah ini tepat pada waktunya. Makalah ini membahas KUHP atau UU pers no 40 1999.

Seharusnya Tahu Itu

Oleh : Nita Juniati


aku disini menangis
aku disini menjerit
aku disini terusik
aku disini sakit
tetap kau tahu ku tersenyum
tetap kau tahu ku bahagia
tak banyak kata yang terucap
sulit tingkah mengungkapkan
tapi hati terus tersiksa
mencari keramaian
mencari kedamaian yang nyta..

Pena dan Kertas


 Oleh : Nita Juniati


Inspirasi yang dinanti-nanti
Menatap sekeliling berharap menerangi
Menggerakan pena yang tercekik jari-jari

Segelas Teh Manis

Oleh : Nita Juniati


            Pagi hari yang sudah dihiasi dengan rintik-rintik hujan, membuat ku semakin tertidur nyenyak. Sepertinya diatas mataku terdapat tumpukan batu-batu besar, berat dan sulit sekali untuk dibuka. Kembali ku tarik selimut, dan mencari posisi tidur yang tepat. Hujan pagi ini seakan membawa ku menari-nari dalam dunia kemalasan, seperti tidak ada tugas yang menanti ku hari ini.
           “Regi!” teriakan ibu yang selalu menjadi pembuka setiap pagi dalam keseharian ku. “Regita ayo cepat bangun, anak gadis jam sembilan pagi belum bangun! Mau jadi apa kamu? Ayo cepat bangun!” teriakan ibu yang semakin keras ditelinga, sambil menarik selimut ku.
           Terbangunlah aku dari dunia kemalasan, dan aku bergegas kekamar mandi. Akhirnya semua nyawa sudah terkumpul, aku membuat segelas teh manis dan membawanya ke kursi depan rumah. Duduk manis memandangi tanaman di halaman depan rumah  yang basah karena hujan, “selamat pagi” sapa ku tak tertuju. Kini waktu nya bermain bersama pulpen dan buku catatan kecil, membuat perencanaan untuk tugas liputan  siang nanti.

Cambuk-cambuk Menerkam

       Oleh : Nita Juniati

        Apa yang terjadi dengan malam ini. Seakan semua pembicaraan terngiang ditelinga ku dengan jelas. Seruan motivasi yang tengah bermain-main di pikiran dan hati ku. "Siapa mereka? orang-orang hebat yang ku temui dimana?" gumam ku dalam hati. Seakan mereka mendobrak kemalasan yang ada malam ini.
        Jemari ku terus menari-nari diatas huruf-huruf yang acak-acakan ini. Yang tak begitu memperhatikan arah yang kan ku bawa. Aku masih ingin bertanya tentang mereka yang membuat ku senang dengan kegiatan seperti ini.
       Orang-orang besar yang akan ku temui suatu saat nanti. Kini mencoba merangkul ku menuju impian besar. Menyemangati, memotivasi, mendorong, membangun mimpi-mimpi pasti. Ntah dimana harus ku mulai semangat besar yang sedang berkobar. Ntah kapan memulai menekuni untuk menggapai impian besar.

Jumat, 29 Maret 2013

Petunjuk Payung Hitam


       Oleh : Nita Juniati 




         Malam yang gelap tanpa bintang, terbentang harapan di persimpangan jalan mencari  wanita tua. Salma seorang gadis kecil bertubuh mungil, menenteng payung hitam kelam ditangannya. Berjalan menyusuri pemandangan malam yang amat menyeramkan. Salma berjalan seorang diri, tak ada rasa takut pada dirinya. Keberanian mencari wanita tua ditengah sepi dan malam yang kelam.
            Langkah demi langkah ia tekad kan untuk menemui wanita tua yang ia pun tak tau dimana keberadaannya. Baju merah yang ia kenakan membalut tubuhnya yang mungil itu, dengan rambut pendek yang terurai. Tak sekalipun Salma beristirahat, langkah nya semakin kencang sambil berteriak “Nenek...nenek....”. Payung hitam yang ia pegang sesekali ia gunakan untuk menepis dedaunan yang menghalangi pandangannnya.

Kamis, 28 Maret 2013

Wanita Terjenger Versi 1


 Oleh : Nita Juniati

Kategori : Wanita yang memiliki suara terjenger di kelas
            Wanita pertama yang memiliki suara terjenger di kelas adalah sesosok wanita yang memiliki tubuh ramping. Pekerjaannya sehari-hari selain kuliah yaitu jojorowokan. Ntah lah aku tak mengerti apa yang tengah dia sukai dari hoby nya jojorowokan itu.
            Di kelas sesosok wanita jenger ini senang sekali maju kedepan untuk membacakan tugas yang sudah ia buat. Dan suaranya yang jenger itu sudah menjadi konsumsi teman sekelasnya sehari-hari. Tapi ada hal yang perlu di acungkan jempol dari sesosok wanita ini, jika bertanya dengan suara yang jenger nya itu. Dia bisa menyampaikan lebih dari dua pertanyaan.